<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seni Budaya Archives - Gaung Media</title>
	<atom:link href="https://gaungmedia.com/category/seni-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gaungmedia.com/category/seni-budaya/</link>
	<description>Pasti Informatif</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Aug 2025 01:35:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/cropped-gaungmedia-favicon-32x32.jpg</url>
	<title>Seni Budaya Archives - Gaung Media</title>
	<link>https://gaungmedia.com/category/seni-budaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Zubir Said, Putra Minang Pencipta Lagu Kebangsaan Negeri Singapura</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/08/15/zubir-said-putra-minang-pencipta-lagu-kebangsaan-negeri-singapura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 01:32:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4932</guid>

					<description><![CDATA[<p>GaungMedia.com &#8211; Tahukah Anda, lagu kebangsaan Singapura, “Majulah Singapura”, ternyata diciptakan oleh seorang putra Indonesia? Namanya Zubir Said — sosok legendaris yang dihormati dan menerima banyak penghargaan, namun kisah hidupnya jarang terungkap. Awal Kehidupan di Bukittinggi Lahir di Bukittinggi, Sumatra, Zubir kecil sudah jatuh hati pada musik. Sayangnya, sang ayah menganggap musik itu haram dan&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/08/15/zubir-said-putra-minang-pencipta-lagu-kebangsaan-negeri-singapura/">Zubir Said, Putra Minang Pencipta Lagu Kebangsaan Negeri Singapura</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/08/Zubir-Said.jpg" alt="" width="800" height="500" class="alignnone size-full wp-image-4933" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/08/Zubir-Said.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/08/Zubir-Said-300x188.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/08/Zubir-Said-768x480.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
<strong>GaungMedia.com</strong> &#8211; Tahukah Anda, lagu kebangsaan Singapura, “Majulah Singapura”, ternyata diciptakan oleh seorang putra Indonesia? Namanya Zubir Said — sosok legendaris yang dihormati dan menerima banyak penghargaan, namun kisah hidupnya jarang terungkap.</p>
<p><strong>Awal Kehidupan di Bukittinggi</strong><br />
Lahir di Bukittinggi, Sumatra, Zubir kecil sudah jatuh hati pada musik. Sayangnya, sang ayah menganggap musik itu haram dan menentangnya keras. Ketika mengetahui putranya diam-diam belajar musik, ayahnya memecahkan gitar kesayangan Zubir.</p>
<p>Pada usia 21 tahun, Zubir mengalami keracunan makanan parah hingga nyaris meninggal. Sang ayah bahkan membelikan kain kafan sebagai persiapan pemakaman. Namun, Zubir pulih secara ajaib — dan memutuskan saat itu juga untuk meninggalkan kampung halamannya.</p>
<p><strong>Merantau Bermodal Kain Kafan</strong><br />
Seorang teman bercerita tentang negeri penuh peluang bernama Singapura, “pulau dengan cahaya gemerlap dan kopi susu dengan mentega.” Terpikat cerita itu, Zubir berangkat dengan hanya pakaian di badan dan kain kafan. Ia berjalan kaki ke Pekanbaru, lalu menumpang kapal menuju Singapura.</p>
<p><strong>Meniti Karier Musik di Negeri Rantau</strong><br />
Di Singapura, Zubir belajar sendiri bermain piano dan membaca notasi musik Barat. Ia bekerja di City Opera dan label rekaman His Master&#8217;s Voice, menggubah banyak lagu untuk film-film Melayu populer produksi Shaw Brothers dan Cathay-Keris.</p>
<p>Puncak kariernya datang pada 1958, ketika Dewan Kota Singapura memintanya menciptakan lagu “Majulah Singapura” untuk peresmian kembali Teater Victoria. Momen ini menjadi istimewa karena sang ayah — yang kala itu berusia 101 tahun — datang langsung dari Bukittinggi untuk menyaksikan penampilan perdana lagu tersebut. Pertemuan itu menjadi titik rekonsiliasi ayah dan anak.</p>
<p><strong>Dari Panggung Teater ke Lagu Kebangsaan</strong><br />
Setelah Singapura keluar dari Malaysia pada 9 Agustus 1965, “Majulah Singapura” diresmikan sebagai lagu kebangsaan. Bahkan pada 1984, sempat muncul usulan untuk menggantinya dengan “Stand Up for Singapore”, namun usulan itu gagal.</p>
<p><strong>Filosofi “Menegakkan Langit”</strong><br />
Bertahun-tahun kemudian, Zubir ditanya mengapa ia — seorang perantau Minang — bersedia menciptakan lagu kebangsaan untuk negara lain. Jawabannya sederhana namun penuh makna: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”</p>
<p>Peribahasa ini bukan sekadar ajakan menghormati adat setempat, tetapi mengandung pesan lebih dalam: di manapun kita berada, kita memiliki kewajiban untuk menjaga, menghormati, dan memberi kontribusi bagi tempat itu.</p>
<p>Bagi Zubir, hidup di Singapura berarti kewajibannya adalah “menegakkan langit” di sana. Ia berharap karyanya mampu menginspirasi warga Singapura melakukan hal yang sama.</p>
<p>Kini, saat Singapura merayakan 60 tahun kemerdekaannya, kisah Zubir Said menjadi pengingat bahwa semangat persahabatan, penghormatan, dan kontribusi lintas batas adalah warisan yang tak lekang waktu. (fir)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/08/15/zubir-said-putra-minang-pencipta-lagu-kebangsaan-negeri-singapura/">Zubir Said, Putra Minang Pencipta Lagu Kebangsaan Negeri Singapura</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membongkar Belenggu Ilmuwan di Zaman Kolonial</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/08/07/membongkar-belenggu-ilmuwan-di-zaman-kolonial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 09:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4890</guid>

					<description><![CDATA[<p>GaungMedia.com &#8211; Pernahkah kita bertanya, untuk siapa ilmu pengetahuan dikembangkan? Apakah murni untuk kemajuan umat manusia, atau justru ada kepentingan tersembunyi di baliknya? Buku Belenggu Ilmuwan: Pengetahuan dan Kekuasaan di Hindia Belanda karya Andrew M. Goss menjawab pertanyaan ini dengan tajam. Lewat riset sejarah yang mendalam, Goss mengungkap bahwa di masa kolonial, ilmu pengetahuan di&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/08/07/membongkar-belenggu-ilmuwan-di-zaman-kolonial/">Membongkar Belenggu Ilmuwan di Zaman Kolonial</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/08/buku-belenggu-ilmuwan.jpg" alt="" width="800" height="500" class="alignnone size-full wp-image-4891" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/08/buku-belenggu-ilmuwan.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/08/buku-belenggu-ilmuwan-300x188.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/08/buku-belenggu-ilmuwan-768x480.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
<strong>GaungMedia.com</strong> &#8211; Pernahkah kita bertanya, untuk siapa ilmu pengetahuan dikembangkan? Apakah murni untuk kemajuan umat manusia, atau justru ada kepentingan tersembunyi di baliknya?</p>
<p>Buku Belenggu Ilmuwan: Pengetahuan dan Kekuasaan di Hindia Belanda karya Andrew M. Goss menjawab pertanyaan ini dengan tajam. Lewat riset sejarah yang mendalam, Goss mengungkap bahwa di masa kolonial, ilmu pengetahuan di tanah jajahan—termasuk Indonesia—tak berdiri sendiri. Ia dibingkai, diarahkan, bahkan dikendalikan oleh kekuasaan.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah Kebun Raya Bogor, atau Buitenzorg saat itu. Lembaga yang tampak indah dan ilmiah ini ternyata adalah pusat strategi Belanda dalam menguasai sumber daya alam dan manusia. Para ilmuwan yang bekerja di sana bukan hanya meneliti tumbuhan atau cuaca, tapi secara tidak langsung menjadi bagian dari mesin kolonial yang ingin memahami dan mengendalikan alam serta masyarakat pribumi.</p>
<p>Yang lebih miris, para ilmuwan pribumi hanya dijadikan asisten atau “pelengkap riset.” Mereka jarang diberi ruang untuk tumbuh sebagai pemikir mandiri. Ilmu pengetahuan yang seharusnya memerdekakan, justru membelenggu.</p>
<p>Goss mengajak kita menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah benar-benar netral. Ia bisa menjadi alat emansipasi, tapi juga bisa berubah menjadi instrumen penindasan—tergantung siapa yang memegang kendali.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan zaman sekarang? Apakah ilmu pengetahuan sudah merdeka? Ataukah kita masih dibelenggu oleh kepentingan kekuasaan dan uang?</p>
<p>Buku ini penting dibaca siapa pun yang peduli pada masa depan pendidikan dan keilmuan di Indonesia. Sebab memahami sejarah, adalah langkah awal untuk membebaskan ilmu dari belenggu yang tak kasatmata. (fir)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/08/07/membongkar-belenggu-ilmuwan-di-zaman-kolonial/">Membongkar Belenggu Ilmuwan di Zaman Kolonial</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Miyu Ananthamaya, Gadis 11 Tahun Yang Bersinar di Dance Freestyle</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/07/29/miyu-ananthamaya-gadis-11-tahun-yang-bersinar-di-dance-freestyle/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 07:59:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4763</guid>

					<description><![CDATA[<p>GaungMedia.com &#8211; Jakarta. Dunia tari kembali menyorot bakat muda dari Indonesia. Miyu Ananthamaya Pranoto, atau yang dikenal dengan nama panggung Matamiyu, adalah gadis berbakat berusia 11 tahun yang kini tengah mencuri perhatian berkat kemampuan freestyle dan breakdance-nya yang memukau. Lahir di Jakarta pada 13 Desember 2013, Miyu telah menunjukkan kecintaan dan bakatnya dalam dunia tari&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/07/29/miyu-ananthamaya-gadis-11-tahun-yang-bersinar-di-dance-freestyle/">Miyu Ananthamaya, Gadis 11 Tahun Yang Bersinar di Dance Freestyle</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4764" aria-describedby="caption-attachment-4764" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-4764 size-full" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/miyu-dancer.jpg" alt="" width="800" height="500" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/miyu-dancer.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/miyu-dancer-300x188.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/miyu-dancer-768x480.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-4764" class="wp-caption-text">Miyu Ananthamaya Pranoto. Foto: Instagram @matamiyu</figcaption></figure>
<p><strong>GaungMedia.com</strong> &#8211; Jakarta. Dunia tari kembali menyorot bakat muda dari Indonesia. Miyu Ananthamaya Pranoto, atau yang dikenal dengan nama panggung Matamiyu, adalah gadis berbakat berusia 11 tahun yang kini tengah mencuri perhatian berkat kemampuan freestyle dan breakdance-nya yang memukau.</p>
<p>Lahir di Jakarta pada 13 Desember 2013, Miyu telah menunjukkan kecintaan dan bakatnya dalam dunia tari sejak usia dini. Baru-baru ini, namanya semakin dikenal setelah ia bergabung sebagai tamu pembawa bendera di Mega Crew @motivcrew, sebuah tim tari asal Orlando, Amerika Serikat, yang terkenal dengan penampilan hip-hop dan street style mereka.</p>
<p>Miyu mendapat kesempatan emas untuk tampil bersama @motivcrew dalam ajang World of Street Woman Fighter, sebuah platform yang menjadi impian banyak penari jalanan di seluruh dunia. Dalam penampilan tersebut, ia membawa bendera Indonesia dengan penuh kebanggaan — sebuah momen yang sangat berarti baginya.</p>
<p>“Bisa berdiri di atas panggung internasional dan membawa nama Indonesia adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Aku ingin suatu hari benar-benar mengibarkan Merah Putih di panggung dunia,” ungkap Miyu dengan semangat.</p>
<p>Selama satu minggu bergabung dan berlatih bersama kru, Miyu mengaku mendapat banyak pelajaran penting, tidak hanya dalam teknik tari, tetapi juga semangat kolaborasi, dedikasi, dan kerja keras yang menjadi ciri khas komunitas tari global.</p>
<p>Ketertarikan Miyu pada dunia dance battle sendiri bermula setelah ia menonton acara &#8220;Street Woman Fighter&#8221; musim pertama. Tayangan tersebut menginspirasinya untuk mendalami freestyle dan koreografi, hingga akhirnya membawanya pada perjalanan luar biasa yang ia jalani saat ini.</p>
<p>Langkah awal Miyu di panggung internasional ini menjadi bukti bahwa talenta anak-anak Indonesia mampu bersaing dan bersinar di dunia. Dengan semangat dan dedikasinya, Matamiyu berpotensi menjadi salah satu ikon tari generasi muda Tanah Air di masa depan. (fir)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/07/29/miyu-ananthamaya-gadis-11-tahun-yang-bersinar-di-dance-freestyle/">Miyu Ananthamaya, Gadis 11 Tahun Yang Bersinar di Dance Freestyle</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertaut Rindu, Film Remaja Penuh Luka, Cinta, dan Pengampunan</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/07/24/bertaut-rindu-film-remaja-penuh-luka-cinta-dan-pengampunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 02:02:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4730</guid>

					<description><![CDATA[<p>GaungMedia.com – Jakarta. Sutradara kenamaan Rako Prijanto kembali menghadirkan karya emosional bertajuk &#8220;Bertaut Rindu&#8221;, sebuah film drama remaja yang menyentuh isu-isu psikologis dan hubungan keluarga. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025, dan telah menarik perhatian publik sejak cuplikan adegannya mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Film &#8220;Bertaut Rindu&#8221; mengisahkan Jovanka (Adisty&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/07/24/bertaut-rindu-film-remaja-penuh-luka-cinta-dan-pengampunan/">Bertaut Rindu, Film Remaja Penuh Luka, Cinta, dan Pengampunan</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/bertaut-rindu.jpg" alt="" width="800" height="500" class="alignnone size-full wp-image-4731" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/bertaut-rindu.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/bertaut-rindu-300x188.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/bertaut-rindu-768x480.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
<strong>GaungMedia.com</strong> – Jakarta. Sutradara kenamaan Rako Prijanto kembali menghadirkan karya emosional bertajuk &#8220;Bertaut Rindu&#8221;, sebuah film drama remaja yang menyentuh isu-isu psikologis dan hubungan keluarga. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025, dan telah menarik perhatian publik sejak cuplikan adegannya mulai ramai diperbincangkan di media sosial.</p>
<p>Film &#8220;Bertaut Rindu&#8221; mengisahkan Jovanka (Adisty Zara), seorang remaja perempuan yang harus menghadapi pahitnya perceraian orang tua. Ia kemudian pindah ke Bandung bersama sang ibu, Yuli (Putri Ayudya), dan mencoba membangun kehidupan baru meski dihantui luka emosional dari masa lalu.</p>
<p>Di sekolah barunya, Jovanka tertarik pada Magnus (Ari Irham), seorang cowok introvert yang menyimpan banyak masalah keluarga. Magnus hidup dalam tekanan besar karena harus selalu mengikuti keinginan kedua orang tuanya, Barata (Willem Bevers) dan Diana (Aida Nurmala), hingga membuatnya terjebak dalam pikiran untuk mengakhiri hidup.</p>
<p>Namun kehadiran Jovanka membawa harapan baru bagi Magnus. Cinta dan perhatian tulus Jovanka perlahan membuka hati Magnus, membangun kedekatan yang bermakna di antara keduanya. Ketika Magnus dipaksa untuk melanjutkan studi ke luar negeri—sesuatu yang tak ia inginkan—ia kembali berada di titik terendah. Namun perasaan sayangnya pada Jovanka menyelamatkannya dari keputusan tragis. Ia merasa dihargai dan berarti di mata seseorang.</p>
<p>Tak hanya tentang cinta, &#8220;Bertaut Rindu&#8221; juga menyoroti proses pendewasaan Jovanka yang akhirnya mampu berdamai dengan ayahnya, Agung (Irgi Fahrezi), sosok yang selama ini ia benci akibat trauma masa lalu.</p>
<p>Dengan narasi kuat, penokohan emosional, serta penyutradaraan yang khas dari Rako Prijanto, film ini menjadi potret dekat realita remaja yang bergulat dengan luka, pencarian identitas, dan kebutuhan akan kasih sayang.</p>
<p>&#8220;Bertaut Rindu&#8221; diprediksi akan menjadi salah satu film drama remaja paling berkesan tahun ini, dan menjadi sorotan kalangan muda yang mendambakan cerita dengan kedalaman emosional dan pesan relevan. (non, fir)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/07/24/bertaut-rindu-film-remaja-penuh-luka-cinta-dan-pengampunan/">Bertaut Rindu, Film Remaja Penuh Luka, Cinta, dan Pengampunan</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sita Nursanti Tampil Memukau! Menyanyi, Menari, hingga Naik Motor di Atas Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/07/17/sita-nursanti-tampil-memukau-menyanyi-menari-hingga-naik-motor-di-atas-panggung-musikal-keluarga-cemara-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 11:31:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4687</guid>

					<description><![CDATA[<p>GaungMedia.com Jakarta, 16 Juli 2025 &#8211; Sita Nursanti unjuk kebolehan baru sebagai aktris dalam Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025. Memerankan karakter Ceu Salmah, ia tak hanya menyanyi dan menampilkan koreografi tari bersama para ansambel pemeran, namun juga naik motor di atas panggung! Adegan Sita Nursanti naik motor pun menjadi momen yang mengundang gelak tawa&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/07/17/sita-nursanti-tampil-memukau-menyanyi-menari-hingga-naik-motor-di-atas-panggung-musikal-keluarga-cemara-2025/">Sita Nursanti Tampil Memukau! Menyanyi, Menari, hingga Naik Motor di Atas Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/Sita-Nursanti-Panggung-Musi.jpg" alt="" width="800" height="500" class="alignnone size-full wp-image-4688" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/Sita-Nursanti-Panggung-Musi.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/Sita-Nursanti-Panggung-Musi-300x188.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/07/Sita-Nursanti-Panggung-Musi-768x480.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
<strong>GaungMedia.com</strong> Jakarta, 16 Juli 2025 &#8211; Sita Nursanti unjuk kebolehan baru sebagai aktris dalam Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025. Memerankan karakter Ceu Salmah, ia tak hanya menyanyi dan menampilkan koreografi tari bersama para ansambel pemeran, namun juga naik motor di atas panggung!</p>
<p>Adegan Sita Nursanti naik motor pun menjadi momen yang mengundang gelak tawa dan takjub. Adegan tersebut terjadi saat Ceu Salmah menghampiri warga Kampung Cinangneng yang tengah berkumpul sembari memamerkan skill-nya. Ini adalah pengalaman baru bagi Sita.</p>
<p>“Ada tegangnya, ada serunya, dan aku memang harus hati-hati saat mengendarai motor di atas panggung. Namun karena motornya pun tidak terlalu berat, dan enggak ada bunyi, jadi cukup smooth juga sebenarnya saat naik motor di atas panggung,” kata Sita Nursanti tentang pengalamannya mengendarai motor di atas panggung Musikal Keluarga Cemara 2025.</p>
<p>Produser Cristian Imanuell menambahkan, untuk menambah adegan baru yang lebih menambah daya tarik aksi panggung tersebut, Musikal Keluarga Cemara 2025 mendapat dukungan dari salah satu brand elektronik dan otomotif ternama Indonesia, Polytron, yang memberikan salah satu produk motor listrik terlaris yaitu Polytron FOX-R untuk digunakan selama latihan dan pertunjukan.</p>
<p>“Keterlibatan Polytron di Musikal Keluarga Cemara 2025 ini merupakan upaya kami dalam mendekatkan berbagai produk kami kepada keluarga Indonesia. Semangat yang dibawa oleh Musikal Keluarga Cemara 2025 kami percaya sejalan dengan komitmen kami dalam mempermudah hidup keluarga Indonesia melalui berbagai kategori produk baik elektronik maupun kendaraan listrik yang kami miliki,” ungkap Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo.</p>
<p>“Musikal Keluarga Cemara 2025 mencoba menghadirkan hiburan berkualitas untuk keluarga Indonesia, dengan menjelajahi sisi artistik baik dari tata panggung dan adegan-adegan baru. Hal ini juga terwujud berkat dukungan Polytron sehingga adegan-adegan baru yang mengundang tawa bisa tercipta,” tambah Produser Musikal Keluarga Cemara 2025 Cristian Imanuell.</p>
<p>Tak hanya menghadirkan kisah yang hangat tentang kesederhanaan keluarga Abah dan Emak, Musikal Keluarga Cemara 2025 juga berupaya untuk menciptakan seni pertunjukan yang lebih ramah lingkungan melalui berbagai inovasi yang dilakukan. Beberapa di antaranya adalah dengan memberikan air putih gratis selama pertunjukan berlangsung secara free flow. Di beberapa titik, tersedia dispenser yang memudahkan penonton untuk mengisi ulang air minum, sehingga bisa menghemat sampah botol air mineral. Tersedianya layanan air minum gratis juga berkat dukungan dari Polytron, yang turut menjadi mitra sponsor Musikal Keluarga Cemara 2025.</p>
<p>Musikal Keluarga Cemara 2025 telah berlangsung pada 20 Juni—13 Juli 2025. Musikal Keluarga Cemara 2025 dipersembahkan oleh Visinema Studios dan Indonesia Kaya, bekerja sama dengan Ciputra Artpreneur. Pertunjukan ini menjadi salah satu pertunjukan musikal terbesar tahun ini yang menghadirkan berbagai kejutan panggung, termasuk kolaborasi dengan para musisi Duta Musikal Keluarga Cemara 2025 di antaranya Ruth Sahanaya, GAC Gamaliél, Audrey, Cantika), dan RAPOT. (red)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/07/17/sita-nursanti-tampil-memukau-menyanyi-menari-hingga-naik-motor-di-atas-panggung-musikal-keluarga-cemara-2025/">Sita Nursanti Tampil Memukau! Menyanyi, Menari, hingga Naik Motor di Atas Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Kediri City Tourism, Mbak Wali Launching Omah Halal Kelurahan Ngronggo</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/05/04/wujudkan-kediri-city-tourism-mbak-wali-launching-omah-halal-kelurahan-ngronggo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2025 10:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4465</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kediri (Gaungmedia.com) &#8211; Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Festival Halal (Kuliner, Kriya, Wastra) yang diselenggarakan di Ngronggo Sport Art Center, sekaligus melaunching Omah Halal, Sabtu (3/5/2025). Saat sambutan, Mbak Wali menekankan bahwa Festival Halal ini merupakan wujud nyata dari nilai religius, kreativitas dan kebudayaan lokal. Produk halal tidak hanya mencakup makanan dan minuman tapi&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/05/04/wujudkan-kediri-city-tourism-mbak-wali-launching-omah-halal-kelurahan-ngronggo/">Wujudkan Kediri City Tourism, Mbak Wali Launching Omah Halal Kelurahan Ngronggo</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-04-at-08.16.55-1024x682.jpeg" alt="" width="760" height="506" class="alignnone size-large wp-image-4466" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-04-at-08.16.55-1024x682.jpeg 1024w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-04-at-08.16.55-300x200.jpeg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-04-at-08.16.55-768x511.jpeg 768w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-04-at-08.16.55.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 760px) 100vw, 760px" /><strong>Kediri (Gaungmedia.com)</strong> &#8211; Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Festival Halal (Kuliner, Kriya, Wastra) yang diselenggarakan di Ngronggo Sport Art Center, sekaligus melaunching Omah Halal, Sabtu (3/5/2025). </p>
<p>Saat sambutan, Mbak Wali menekankan bahwa Festival Halal ini merupakan wujud nyata dari nilai religius, kreativitas dan kebudayaan lokal. Produk halal tidak hanya mencakup makanan dan minuman tapi mencakup segala aspek yakni gaya hidup sehat, aman, berkualitas dan sesuai nilai etika. &#8220;Saya mendukung diadakannya acara ini. Karena sebagai upaya kita untuk membuka ruang bagi pelaku UMKM, sekaligus sarana membangun jejaring bisnis yang lebih luas dan juga mengajak masyarakat untuk bisa lebih mencintai produk lokal,&#8221; imbuhnya.  </p>
<p>Di samping itu, pada kesempatan ini juga dilaunching Omah Halal Kelurahan Ngronggo yang merupakan pelayanan konsultasi produk halal. Omah Halal ini juga yang pertama di Kota Kediri, sekaligus hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dengan IAIN Kediri. &#8220;Terima kasih dan apresiasi kepada IAIN Kediri terutama Halal Center yang telah memfasilitasi dan mendampingi UMKM Kota Kediri hingga mendapatkan sertifikat halal,&#8221; terang Mbak Wali.</p>
<p>Sebagai pionir sekaligus pilot project, Wali Kota Kediri berharap Omah Halal bisa ada di seluruh kelurahan, dan menjadi ikon penting untuk meningkatkan pengembangan ekosistem halal. Terlebih, dapat menarik wisatawan untuk datang ke Kota Kediri. Hal ini sesuai dengan visi misi Mapan dan Sapta Cita Kota Kediri yaitu Kediri City Tourism. </p>
<p>Sementara itu, Rektor IAIN Kediri Wahidul Anam menuturkan bahwa Pemerintah Kota Kediri mempercayakan kepada IAIN Kediri di dalam pengelolaan produk halal. &#8220;Kami dari tim Halal Center IAIN Kediri akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Kediri. Dan kami juga berkomitmen kepada warga Kota Kediri yang ingin berkonsultasi tentang produk halal bisa datang ke Halal Center di IAIN Kediri ataupun di Omah Halal yang berada di Ngronggo Sport Art Center,&#8221; terangnya. </p>
<p>Festival Halal 2025 yang diadakan oleh Kecamatan Kota diselenggarakan selama dua hari tanggal 3-4 Mei 2025, mulai pukul 13.00 &#8211; 22.00 WIB. Beberapa kegiatan menarik yang disuguhkan pada Festival Halal ini, seperti hiburan, pameran UMKM, dan juga pemutaran film. UMKM yang menempati booth pada Festival Halal ini merupakan UMKM unggulan Kecamatan Kota. Selain itu, pada gelaran ini juga diserahkan sertifikat halal kepada 15 pelaku UMKM Kota Kediri. </p>
<p>Hadir pula, Asisten Pemerintahan dan Kesra Mandung Sulaksono, Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil, Kepala Disperdagin Wahyu Kusuma Wardani, Kepala DLHKP Imam Muttakin, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fajri, Direktur Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi, Camat Kota Bagus Hermawan, lurah se-Kecamatan Kota, perwakilan KPwBI Kediri Nanang Ismail, perwakilan OJK Kediri Dyah Purnamasari, perwakilan MUI Kota Kediri Nur Akid dan perwakilan Kemenag Kota Kediri Basyarudin. (tim)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/05/04/wujudkan-kediri-city-tourism-mbak-wali-launching-omah-halal-kelurahan-ngronggo/">Wujudkan Kediri City Tourism, Mbak Wali Launching Omah Halal Kelurahan Ngronggo</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Karakter Kartini Kecil Agar Mandiri,  Dengan Berkreasi oleh Polsek Plemahan Polres Kediri</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/04/21/membangun-karakter-kartini-kecil-agar-mandiri-dengan-berkreasi-oleh-polsek-plemahan-polres-kediri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 10:57:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Plemahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kediri (gaungmedia.com) &#8211; Sudah menjadi ciri khas Kapolsek Plemahan Kabupaten Kediri, AKP Bowo Wicaksono bersama anggotanya, selalu memanfaatkan momen peringatan hari hari penting dan bersejarah di negeri ini dengan melibatkan hasil karyanya yaitu wayang edukasi. Kali ini tepat tanggal 21 April merupakan hari memperingati Raden Ajeng Kartini yang merupakan tokoh Pahlawan Nasional Indonesia asal Jepara.&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/04/21/membangun-karakter-kartini-kecil-agar-mandiri-dengan-berkreasi-oleh-polsek-plemahan-polres-kediri/">Membangun Karakter Kartini Kecil Agar Mandiri,  Dengan Berkreasi oleh Polsek Plemahan Polres Kediri</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/Screenshot_2025-04-21-17-54-39-47_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817-1024x570.jpg" alt="" width="760" height="423" class="alignnone size-large wp-image-4421" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/Screenshot_2025-04-21-17-54-39-47_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817-1024x570.jpg 1024w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/Screenshot_2025-04-21-17-54-39-47_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817-300x167.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/Screenshot_2025-04-21-17-54-39-47_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817-768x427.jpg 768w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/Screenshot_2025-04-21-17-54-39-47_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817.jpg 1291w" sizes="auto, (max-width: 760px) 100vw, 760px" />Kediri (gaungmedia.com) &#8211; Sudah menjadi ciri khas Kapolsek Plemahan Kabupaten Kediri, AKP Bowo Wicaksono bersama anggotanya, selalu memanfaatkan momen peringatan hari hari penting dan bersejarah di negeri ini dengan melibatkan hasil karyanya yaitu wayang edukasi.</p>
<p>Kali ini tepat tanggal 21 April  merupakan hari memperingati Raden Ajeng Kartini yang merupakan tokoh Pahlawan Nasional Indonesia asal Jepara.</p>
<p>Dengan mengangkat tema Hari Kartini, Polsek Plemahan mengadakan kunjungan ke TK Dharma Wanita desa Payaman. Anak anak disuguhi gambar pahlawan Nasional Indonesia yaitu Kartini, untuk diwarnai. </p>
<p>Dengan dipandu Babinkantibmas dan Kapolsek Plemahan, anak anak TK Dharma Wanita desa Payaman sangat antusias mendengar penjelasan mengenai Raden Ajeng Kartini. Setelah itu kegiatan diawali dengan dibaginya gambar Kartini untuk diwarnai oleh anak anak. </p>
<p>Dengan menggunakan seragam kebaya dan baju khas daerah serta dandanan wanita berkebaya, mereka mewarnai poster Kartini sambil melihat aksi orang nomor satu di Polsek Plemahan yang berada didepan anak anak sambil memberikan sentuhan ajaibnya melukis gambar Kartini yang dipegang anggota Polwan sebagai Babinkantibmas Desa Payaman.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen AKP Bowo Wicaksono peduli pendidikan dan budaya dimana dia ditugaskan sebagai abdi negara yaitu Anggota Kepolisian Republik Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami sangat senang dan berterimakasih dengan kegiatan ini, dimana anak didik kami sangat bergembira dengan kehadiran mbak Polisi yang menjadi dalang wayang Kartini dengan didampingi bapak Kapolsek sambil melukis, tentu harapan kami, agar kegiatan semacam ini sering dilakukan untuk anak anak, sekaligus biar anak didik kami lebih mengenal tokoh Pahlawan Nasional Indonesia dan bapak ibu Polisi&#8221; tutur ibu kepala sekolah TK Dharma Wanita desa Payaman Yuli Astutik.</p>
<p>Sedangkan kepala desa Payaman kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri yang sejak pagi mendampingi kegiatan tersebut, Ika Nurhayati juga berharap , dengan kegiatan ini anak anak lebih bersemangat lagi didalam belajar mengenali sosok Pahlawan Nasional yang merupakan tokoh inspiratif bagi anak anak.</p>
<p>Hal itu sangat terlihat dimana saat awak media menanyai salah satu peserta didik  wanita yang asik mewarnai gambar Kartini, dia suka dengan Kartini karena kecantikannya.</p>
<p>&#8220;Aku senang menjadi ibu kita Kartini, karena dia cantik&#8221; celoteh gadis kecil dengan berkebaya ala Kartini modern.</p>
<p>&#8220;Kami sangat berterimakasih kepada seluruh pemerintah desa Payaman dan pengurus TK Dharma Wanita desa Payaman, dimana telah menjadi bagian dari kegiatan ini, dengan harapan anak anak bisa lebih disiplin didalam belajar.&#8221; Tegas Babinkantibmas desa Payaman kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. (Red)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/04/21/membangun-karakter-kartini-kecil-agar-mandiri-dengan-berkreasi-oleh-polsek-plemahan-polres-kediri/">Membangun Karakter Kartini Kecil Agar Mandiri,  Dengan Berkreasi oleh Polsek Plemahan Polres Kediri</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mas Dhito Hadiri Acara Halal Bihalal Warga Tepus Ngasem Kediri</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/04/14/mas-dhito-hadiri-acara-halal-bihalal-warga-tepus-ngasem-kediri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2025 03:04:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4413</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kediri (Gaungmedia.com) &#8211; Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengikuti Halal Bihalal di lingkungan rumahnya dengan didampingi istri, Eriani Annisa Hanindhito. Keduanya terlihat kompak mengenakan pakaian bernuansa putih. Setiba di lokasi, Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Hanindhito) langsung menyapa satu persatu warga RT 02 RW 13 Dusun Tepus, Desa Sukorejo tersebut. “Mohon maaf lahir dan batin&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/04/14/mas-dhito-hadiri-acara-halal-bihalal-warga-tepus-ngasem-kediri/">Mas Dhito Hadiri Acara Halal Bihalal Warga Tepus Ngasem Kediri</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/2025-apr-halbil-mas.jpg" alt="" width="700" height="393" class="alignnone size-full wp-image-4414" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/2025-apr-halbil-mas.jpg 700w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/2025-apr-halbil-mas-300x168.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><strong>Kediri (Gaungmedia.com)</strong> &#8211; Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengikuti Halal Bihalal di lingkungan rumahnya dengan didampingi istri, Eriani Annisa Hanindhito.</p>
<p>Keduanya terlihat kompak mengenakan pakaian bernuansa putih. Setiba di lokasi, Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Hanindhito) langsung menyapa satu persatu warga RT 02 RW 13 Dusun Tepus, Desa Sukorejo tersebut.</p>
<p>“Mohon maaf lahir dan batin nggih,” kata Mas Dhito dan istri, sembari berjabat tangan dengan warga di lingkungannya, Minggu 13 April 2025</p>
<p>Di momen tersebut, Ketua RT 02 RW 03 Desa Tepus, Sukorejo, Ngasem, Bambang Dwi mengungkapkan, selain bentuk dukungan terhadap lingkungan sekitar, Mas Dhito juga dikenal ramah oleh warga.</p>
<p>Seperti kebiasaan berjalan mengelilingi lingkungan dan aktivitas bervespa hanya untuk sekadar menyapa tetangga. Keseharian ini menjadikan bupati berkacamatan tersebut dinilai dekat dengan masyarakat setempat.</p>
<p>“Kadang-kadang manasi vespanya, tiap ada tetangga depan rumah dia (Mas Dhito) juga menyapa,” terang RT Bambang.</p>
<p>Lebih lanjut, Bambang menilai bahwa Mas Dhito selalu menyempatkan hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap agenda yang identik dengan bersalam-salaman itu. </p>
<p>“Mas Dhito selalu (hadir halal bihalal), ndak pernah absen,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Mas Dhito mengatakan halal bihalal menjadi sebuah momentum penting untuk saling memaafkan dan menjalin silaturahmi antar tetangga di setiap tahunnya.</p>
<p>“Momen (halal bihalal) ini selalu menjadi momen menarik sekaligus penting untuk bersilaturahmi dan menjalin kebersamaan bareng tetangga,” kata Mas Dhito.</p>
<p>Adapun agenda yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini juga diisi tausiah oleh Djunaidi Anwar mengenai pentingnya momentum idul fitri dan budaya saling memaafkan. (tim)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/04/14/mas-dhito-hadiri-acara-halal-bihalal-warga-tepus-ngasem-kediri/">Mas Dhito Hadiri Acara Halal Bihalal Warga Tepus Ngasem Kediri</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Keseruan Lomba Pop Singer Piala Kapolres Kediri Kota</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/02/17/melihat-keseruan-lomba-pop-singer-piala-kapolres-kediri-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Feb 2025 04:08:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4307</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kediri (Gaungmedia.com) &#8211; Berkolaborasi dengan beberapa Komunitas pecinta seni dan budaya Kediri Raya, bahkan ada dari wilayah Surabaya, Madiun, Malang, Tulungagung, Blitar dan Trenggalek, Wiwing electone bersama Polresta Kediri mengadakan lomba Pop Singer Piala Kapolresta Kediri. Diikuti oleh kalangan muda hingga usia Manula, lomba tarik suara ini berjalan begitu meriah dan penuh antusias dari peserta&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/02/17/melihat-keseruan-lomba-pop-singer-piala-kapolres-kediri-kota/">Melihat Keseruan Lomba Pop Singer Piala Kapolres Kediri Kota</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-21.08.05-1024x461.jpeg" alt="" width="760" height="342" class="alignnone size-large wp-image-4308" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-21.08.05-1024x461.jpeg 1024w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-21.08.05-300x135.jpeg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-21.08.05-768x346.jpeg 768w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-15-at-21.08.05.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 760px) 100vw, 760px" /><strong>Kediri (Gaungmedia.com)</strong> &#8211; Berkolaborasi dengan beberapa Komunitas pecinta seni dan budaya Kediri Raya, bahkan ada dari wilayah Surabaya, Madiun, Malang,  Tulungagung, Blitar dan Trenggalek, Wiwing electone bersama Polresta Kediri mengadakan lomba Pop Singer Piala Kapolresta Kediri.</p>
<p>Diikuti oleh kalangan muda hingga usia Manula, lomba tarik suara ini berjalan begitu meriah dan penuh antusias dari peserta pecinta pamer suara emas mereka. Menariknya, tidak ada batasan usia didalam lomba tarik suara kali ini. Sehingga bisa dikatakan lomba Pop Singer dengan gaya bebas celoteh salah satu peserta dari kalangan anak muda.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan perwakilan dewan juri dari unsur Jurnalistik yaitu Bambang Iswahyoedi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wilayah Kediri Raya, disaat setelah menyelesaikan tugas penjurian dihari pertama.<br />
Bambang atau Ibenk panggilan akrab dari ketua PWI Kediri Raya ini, mengusulkan dan untuk menjadi masukkan bila ada even serupa kelak, agar diberikan batasan usia bagi peserta, sehingga memudahkan bagi penilaian kualitas peserta lomba. Dengan begitu kami juri bisa menilai secara maksimal dan fair bagi peserta muda dan dewasa.</p>
<p>&#8221; Sangatlah tidak mengenakkan ketika kami harus menilai peserta dengan selisih usia yang sangat berbeda selisihnya, dimana yang muda dengan kekuatan yang masih menggebu, sementara pembandingnya usia yang sudah lanjut dengan lagu yang sama&#8221;, jelas Ibenk sambil menyeruput kopi khas Kafee Rojo Roso tempat perlombaan berlangsung.</p>
<p>Perlu diketahui, dewan juri yang dipercaya oleh panitia lomba Pop Singer piala Kapolresta kali ini dari dinas Pariwisata, pemerhati Seni dan Budaya serta PWI Kediri Raya. Lomba Pop Singer ini memperebutkan Tropi Kapolresta ditambah uang jutaan rupiah.</p>
<p>Wiwin sebagai ketua panitia penyelenggara menyampaikan lomba menyanyi kali ini, diikuti oleh 97 orang peserta dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Trenggalek, Kediri dan sekitarnya, termasuk 4(empat) Orang penyandang disabilitas. Kami dari panitia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik penyandang disabilitas berupa tropi dan uang pembinaan, semoga kedepannya bisa menjadikan semangat meskipun kali ini belum mendapatkan juara pungkasnya.</p>
<p>Ditempat yang sama, Rafa sebagai peserta disabilitas menyampaikan kesannya sangat senang bisa mengikuti lomba meski ini baru pertama kali, dengan membawakan lagu &#8221; Janji suci &#8221; Rafa sempat berhenti karena ada kesalahan tehnis namun Rafa tidak patah semangat, semoga kedepannya bisa tampil lebih baik lagi.</p>
<p>Lomba kali ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba Pop Singer Piala Kapolresta Kediri. ( And)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/02/17/melihat-keseruan-lomba-pop-singer-piala-kapolres-kediri-kota/">Melihat Keseruan Lomba Pop Singer Piala Kapolres Kediri Kota</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Primitif Urband, Reggae Dengan Gaya Yang Unik</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2024/12/09/primitif-urband-reggae-dengan-gaya-yang-unik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 18:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4235</guid>

					<description><![CDATA[<p>Primitif adalah sebuah band yang lahir dari semangat persaudaraan, kesamaan pandangan, dan kecintaan terhadap musik. Awal tahun 2025 mereka akan kembali meramaikan blantika musik reggae di Nusantara. Band ini dibentuk oleh sekelompok orang yang berkomitmen untuk terus maju dan berkembang, sembari membawa nuansa musik yang khas dan otentik. Filosofi Nama Primitif Nama Primitif tercetus dari&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2024/12/09/primitif-urband-reggae-dengan-gaya-yang-unik/">Primitif Urband, Reggae Dengan Gaya Yang Unik</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2024/12/primitif-urband.jpg" alt="" width="800" height="500" class="alignnone size-full wp-image-4237" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2024/12/primitif-urband.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2024/12/primitif-urband-300x188.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2024/12/primitif-urband-768x480.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
Primitif adalah sebuah band yang lahir dari semangat persaudaraan, kesamaan pandangan, dan kecintaan terhadap musik. Awal tahun 2025 mereka akan kembali meramaikan blantika musik reggae di Nusantara.</p>
<p>Band ini dibentuk oleh sekelompok orang yang berkomitmen untuk terus maju dan berkembang, sembari membawa nuansa musik yang khas dan otentik.</p>
<p><strong>Filosofi Nama Primitif</strong><br />
Nama Primitif tercetus dari candaan di antara para anggota band, yang terinspirasi dari gaya salah satu teman mereka yang terkesan primitif.</p>
<p>Namun, di balik nama tersebut tersimpan makna yang lebih dalam: setiap manusia memiliki sisi primitif yang menjadi bagian dari identitasnya. Band ini ingin menampilkan keunikan tersebut dalam lagu-lagu, gaya bermusik, dan penampilan mereka yang penuh ciri khas.</p>
<p><strong>Aliran Musik</strong><br />
Primitif memilih reggae sebagai aliran utama mereka karena genre ini dianggap memiliki akar dari musik blues, yang melodi dan emosinya selaras dengan kebebasan berekspresi.</p>
<p>Menurut mereka, reggae adalah simbol kebebasan yang menyalurkan perasaan dengan santai namun penuh makna.</p>
<p>Pengaruh mereka terlihat dalam aransemen lagu-lagu Primitif yang membawa nuansa reggae yang otentik namun tetap segar.</p>
<p><strong>Perjalanan Musik</strong><br />
Primitif mulai serius di genre reggae sejak Maret 2004. Rencana pada tahun 2025 akan kembali meramaikan blantika musik di Nusantara.</p>
<p>Primitif bukan hanya sebuah band, tetapi juga sebuah perjalanan musik yang penuh makna dan kebersamaan. Dengan gaya khas dan semangat untuk terus berkembang, mereka membawa warna unik ke dalam dunia reggae Indonesia.</p>
<p><strong>Personel Band</strong></p>
<ul>
<li>Nico (Vokal)</li>
<li>Ulil (Lead Gitar, Backvokal)</li>
<li>Eddy (Keyboard)</li>
<li>Arie (Perkusi)</li>
<li>Al (Ritme Gitar, Backvokal)</li>
<li>Dewar (Bass)</li>
<li>Adex (Drum)</li>
<li>Dani (Perkusi)</li>
</ul>
<p><strong>For Booking Primitif Urband</strong><br />
<a href="https://api.whatsapp.com/send?phone=+62818818202%20hp&amp;text=Halo%20Gaung%20Media%20,%20Saya%20mau%20tanya%20Primiti-Urband"><img decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/chat-gaung-media.jpg" /></a></p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2024/12/09/primitif-urband-reggae-dengan-gaya-yang-unik/">Primitif Urband, Reggae Dengan Gaya Yang Unik</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
