<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wisata Archives - Gaung Media</title>
	<atom:link href="https://gaungmedia.com/category/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gaungmedia.com/category/wisata/</link>
	<description>Pasti Informatif</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Oct 2025 19:39:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/cropped-gaungmedia-favicon-32x32.jpg</url>
	<title>Wisata Archives - Gaung Media</title>
	<link>https://gaungmedia.com/category/wisata/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Toyo Lembah Hijau, Pesona Wisata Alam di Bogor yang Tawarkan Keteduhan dan Keasrian Alam</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/10/08/toyo-lembah-hijau-pesona-wisata-alam-di-bogor-yang-tawarkan-keteduhan-dan-keasrian-alam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 02:51:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4997</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOGOR – Kawasan wisata Toyo Lembah Hijau kini semakin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan udara segar khas Bogor. Berada di wilayah perbukitan yang masih alami, destinasi ini menawarkan pengalaman liburan bernuansa alam dengan suasana tenang dan menyejukkan. Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan lembah hijau, pepohonan rindang, serta aliran sungai&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/10/08/toyo-lembah-hijau-pesona-wisata-alam-di-bogor-yang-tawarkan-keteduhan-dan-keasrian-alam/">Toyo Lembah Hijau, Pesona Wisata Alam di Bogor yang Tawarkan Keteduhan dan Keasrian Alam</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4998" aria-describedby="caption-attachment-4998" style="width: 800px" class="wp-caption alignleft"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-4998 size-full" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/10/SAVE_20251008_093148.jpg" alt="" width="800" height="500" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/10/SAVE_20251008_093148.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/10/SAVE_20251008_093148-300x188.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/10/SAVE_20251008_093148-768x480.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-4998" class="wp-caption-text">Foto agus surahman</figcaption></figure>
<p style="text-align: left;">BOGOR – Kawasan wisata Toyo Lembah Hijau kini semakin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan udara segar khas Bogor. Berada di wilayah perbukitan yang masih alami, destinasi ini menawarkan pengalaman liburan bernuansa alam dengan suasana tenang dan menyejukkan.</p>
<p style="text-align: left;">Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan lembah hijau, pepohonan rindang, serta aliran sungai yang jernih. Suara gemericik air dan kicauan burung menambah suasana damai di tengah alam terbuka. Tak heran jika Toyo Lembah Hijau sering dijadikan lokasi favorit untuk healing, hingga sesi foto alam.</p>
<p style="text-align: left;">Pengelola wisata menyediakan berbagai fasilitas seperti gazebo,live musik, area bermain anak, hingga spot foto dengan latar alam yang asri. Semua fasilitas dikemas dengan konsep ramah lingkungan agar keasrian alam tetap terjaga.</p>
<p style="text-align: left;">Salah satu pengunjung,Bella(25), mengatakan Toyo Lembah Hijau cocok untuk melepas penat.“Tempatnya adem banget, airnya jernih, dan pemandangannya indah. Serasa menyatu sama alam,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: left;">Akses menuju Toyo Lembah Hijau juga cukup mudah. Dari pusat Kota Bogor, perjalanan dapat ditempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan pribadi. Pemandangan sepanjang jalan menuju lokasi pun memanjakan mata dengan hamparan sawah dan perbukitan.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan pesona alam yang menawan serta pengelolaan yang semakin baik, Toyo Lembah Hijau layak menjadi destinasi wisata unggulan di Bogor bagi pecinta alam dan ketenangan.(ags)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/10/08/toyo-lembah-hijau-pesona-wisata-alam-di-bogor-yang-tawarkan-keteduhan-dan-keasrian-alam/">Toyo Lembah Hijau, Pesona Wisata Alam di Bogor yang Tawarkan Keteduhan dan Keasrian Alam</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantai Kili Kili, Selain Tempat Wisata Edukatif Juga Lokasi Penangkaran Penyu Yang Mendunia</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2025/02/21/pantai-kili-kili-selain-tempat-wisata-edukatif-juga-lokasi-penangkaran-penyu-yang-mendunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 07:42:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=4313</guid>

					<description><![CDATA[<p>Trenggalek (Gaungmedia.com) &#8211; Dibantu 5(lima)orang Relawan, Perangkat Desa dan masyarakat Wonocolo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, Mendirikan tempat konservasi/penangkaran penyu laut, dengan tujuan melindungi hewan laut yang dilindungi tersebut dari kepunahan serta terhindar dari obyek perburuan liar. Kepada Gaung media yang sempat mengunjungi lokasi(20-2-2025). Eko Margono sekertaris Desa Wonocolo sekaligus penanggung jawab penangkaran menceritakan bahwa dulu&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/02/21/pantai-kili-kili-selain-tempat-wisata-edukatif-juga-lokasi-penangkaran-penyu-yang-mendunia/">Pantai Kili Kili, Selain Tempat Wisata Edukatif Juga Lokasi Penangkaran Penyu Yang Mendunia</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.25.00-1024x461.jpeg" alt="" width="760" height="342" class="alignnone size-large wp-image-4314" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.25.00-1024x461.jpeg 1024w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.25.00-300x135.jpeg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.25.00-768x346.jpeg 768w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.25.00.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 760px) 100vw, 760px" /><strong>Trenggalek (Gaungmedia.com)</strong> &#8211; Dibantu 5(lima)orang Relawan, Perangkat Desa dan masyarakat Wonocolo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, Mendirikan tempat konservasi/penangkaran penyu laut, dengan tujuan melindungi hewan laut yang dilindungi tersebut dari kepunahan serta terhindar dari obyek perburuan liar.</p>
<p>Kepada Gaung media yang sempat mengunjungi lokasi(20-2-2025). Eko Margono sekertaris Desa Wonocolo sekaligus penanggung jawab penangkaran menceritakan bahwa dulu area pantai kili-kili ini menjadi ajang perburuan penyu laut oleh masyarakat untuk diambil daging dan telurnya untuk dikonsumsi bahkan diperjual belikan.<br />
Melihat kondisi ini, kami dari perangkat Desa dibantu teman-teman relawan melakukan  penyuluhan kepada masyarakat sekitar pantai kili-kili untuk tidak lagi melakukan perburuan karena hewan ini dilindungi oleh undang -undang, akhirnya mereka sadar tidak melakukan perburuan lagi bahkan turut menjaga kebersihan lingkungan pantai kili-kili.</p>
<p>&#8220;beberapa tahun yang lalu memang masyarakat masih melakukan perburuan penyu belimbing ini, baik untuk diambil daging maupun untuk berburu telur yang ditanam induk penyu di pantai kili-kili&#8221;, ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.26.09-1024x461.jpeg" alt="" width="760" height="342" class="alignnone size-large wp-image-4315" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.26.09-1024x461.jpeg 1024w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.26.09-300x135.jpeg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.26.09-768x346.jpeg 768w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-21-at-14.26.09.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 760px) 100vw, 760px" /></p>
<p>Baru sekitar tahun 2011 perangkat desa serta berbagai pihak bermusyawarah untuk mendirikan konservasi/penangkaran ini.</p>
<p>&#8220;setelah memberikan edukasi tentang rentannya kehidupan penyu belimbing yang terancam punah, masyarakat perlahan mulai mengikuti saran dari tokoh masyarakat dan perangkat desa tentang upaya melakukan perlindungan dan penangkaran ini&#8221;, lanjutnya.</p>
<p>Berbagai sarana dan prasarana telah dibangun di area penangkaran ini guna menunjang agar pariwisata edukasi dan pantai kili-kili bisa menjadi tempat utama tujuan wisata di Kabupaten Trenggalek. (ndy).</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2025/02/21/pantai-kili-kili-selain-tempat-wisata-edukatif-juga-lokasi-penangkaran-penyu-yang-mendunia/">Pantai Kili Kili, Selain Tempat Wisata Edukatif Juga Lokasi Penangkaran Penyu Yang Mendunia</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mas Dhito Bahas Event Bareng Ponorogo-Trenggalek Untuk Tingkatkan Traffic Bandara Dhoho</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2024/06/03/mas-dhito-bahas-event-bareng-ponorogo-trenggalek-untuk-tingkatkan-traffic-bandara-dhoho/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 05:35:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=3337</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kediri (Gaungmedia.com) &#8211; Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana serius menjalin komunikasi dengan kepala daerah tetangga untuk membuat atraksi wisata guna menggaet wisatawan melalui Bandara Dhoho. Mas Dhito, menyebut atraksi ini merupakan bentuk promosi di sektor pariwisata yang diyakini bisa mendatangkan banyak pengunjung di wilayah Jawa Timur bagian selatan-barat. Hal ini menyusul akan adanya penambahan maskapai&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2024/06/03/mas-dhito-bahas-event-bareng-ponorogo-trenggalek-untuk-tingkatkan-traffic-bandara-dhoho/">Mas Dhito Bahas Event Bareng Ponorogo-Trenggalek Untuk Tingkatkan Traffic Bandara Dhoho</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2024/07/DHITO-BAHAS-EVENT.jpeg" alt="" width="750" height="375" class="alignnone size-full wp-image-3338" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2024/07/DHITO-BAHAS-EVENT.jpeg 750w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2024/07/DHITO-BAHAS-EVENT-300x150.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /> <strong>Kediri (Gaungmedia.com)</strong> &#8211; Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana serius menjalin komunikasi dengan kepala daerah tetangga untuk membuat atraksi wisata guna menggaet wisatawan melalui Bandara Dhoho.</p>
<p>Mas Dhito, menyebut atraksi ini merupakan bentuk promosi di sektor pariwisata yang diyakini bisa mendatangkan banyak pengunjung di wilayah Jawa Timur bagian selatan-barat. Hal ini menyusul akan adanya penambahan maskapai Super Air Jet di bandara tersebut. </p>
<p>Pihaknya mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengenai rencananya tersebut. </p>
<p>“Sudah komunikasi dengan Bupati Ponorogo beliau punya event Reog yang sudah diakui UNESCO, lalu trenggalek Mas Ipin (sapaan akrab Bupati Trenggalek) akan buat event di pantai,” terang orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut, Jumat (31/5/2024).</p>
<p>Menurut Mas Dhito komunikasi yang dijalin dengan kepala daerah lain ini juga dalam rangka penyusunan timeline event yang telah direncanakan. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi jumlah pengunjung yang masuk di wilayah sekitar bandara.  </p>
<p>“Kita sedang atur timelinenya supaya tidak bertumpukan di bulan yang sama, kita lanjut terus supaya menstimulan bandara bisa terus beroperasi” tuturnya. </p>
<p>Untuk diketahui, penerbangan komersil pertama di Bandara Dhoho dilakukan oleh maskapai Citilink pada 5 April 2024 lalu. Direncanakan, maskapai Super Air Jet yang berada di bawah naungan Lion Air Group akan membuka rute perdana di Bandara Dhoho pada 6 Juni mendatang, dengan rute Kediri-Balikpapan. </p>
<p>Dirut Lion Air Daniel Putut mengungkapkan pihaknya sangat mendukung dengan adanya bandara yang akan diproyeksikan melayani penerbangan haji dan umroh ini. </p>
<p>“Begitu ada bandara baru dibangun, kita juga akan mendukung. Supaya kita mempermudah membuat masyarakat yang tadinya terbang perjalanan jauh ke Surabaya sekarang bisa dengan mudah melalui Kediri,” ungkap Daniel. </p>
<p>Menurutnya, Super Air Jet akan melakukan penerbangan tiga kali dalam seminggu. Yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dengan dimulainya penerbangan tersebut, pihaknya mengapresiasi dukungan pemerintah yang telah membuka peluang penerbangan Super Air Jet di Bandara Dhoho. (adv/kominfo)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2024/06/03/mas-dhito-bahas-event-bareng-ponorogo-trenggalek-untuk-tingkatkan-traffic-bandara-dhoho/">Mas Dhito Bahas Event Bareng Ponorogo-Trenggalek Untuk Tingkatkan Traffic Bandara Dhoho</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menparekraf Siapkan Ruang Diskusi dengan Pelaku Parekraf Labuan Bajo Terkait Kenaikan Tarif TN Komodo</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2022/07/22/menparekraf-siapkan-ruang-diskusi-dengan-pelaku-parekraf-labuan-bajo-terkait-kenaikan-tarif-tn-komodo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2022 04:56:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=2123</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi dan juga menyerap aspirasi yang luas dengan seluruh stakeholder, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo terkait pemberlakuan tarif baru bagi wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menparekraf&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2022/07/22/menparekraf-siapkan-ruang-diskusi-dengan-pelaku-parekraf-labuan-bajo-terkait-kenaikan-tarif-tn-komodo/">Menparekraf Siapkan Ruang Diskusi dengan Pelaku Parekraf Labuan Bajo Terkait Kenaikan Tarif TN Komodo</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/kemenkraf-1.jpg" alt="" width="800" height="535" class="alignnone size-full wp-image-2124" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/kemenkraf-1.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/kemenkraf-1-300x200.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/kemenkraf-1-768x514.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi dan juga menyerap aspirasi yang luas dengan seluruh stakeholder, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo terkait pemberlakuan tarif baru bagi wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>Menparekraf seusai mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (21/7/2022) menjelaskan bahwa dirinya siap berdialog dengan pelaku parekraf agar kebijakan tarif yang ditetapkan sebagai upaya konservasi bisa diterima oleh masyarakat.</p>
<p>“Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo, bahwa kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” ujar Menparekraf Sandiaga dilansir dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.</p>
<p>Sebelumnya, pemerintah menerapkan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar senilai Rp 3,75 juta mulai 1 Agustus 2022. </p>
<p>“Berdasarkan studi, kawasan taman nasional ini, memiliki carrying capacity yang terbatas. Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun. Selain konservasi ada juga aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan,” katanya.<br />
<img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/pulau-komodo.jpg" alt="" width="800" height="534" class="alignnone size-full wp-image-2125" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/pulau-komodo.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/pulau-komodo-300x200.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/pulau-komodo-768x513.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
“Jika wisatawan ingin melihat komodo tentu bisa melihat ke Pulau Rinca. Bahkan Pak Presiden tadi menjelaskan (komodo) bentuknya sama, ukurannya sama. Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujarnya.</p>
<p>Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan bahwa ada kompensasi bagi wisatawan yang sudah memesan dan membayar ke travel agent yang ingin berkunjung sebelum kebijakan ini diterapkan pada 1 Agustus 2022.</p>
<p>“Jadi target yang disampaikan Bapak Presiden tadi, Pulau Rinca segera dipastikan rampung dalam waktu dekat karena ini sebuah alternatif selain Pulau Komodo dan Pulau Padar bagi wisatawan. Namun untuk wisatawan yang sudah booking dan membayar ke travel agent sebelum kebijakan ini ditetapkan akan diberikan tenggat waktu sampai akhir Desember. Jadi jangan khawatir kawasan Pulau Rinca akan segera diselesaikan dan dibuka untuk wisatawan,” pungkasnya. (fir)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2022/07/22/menparekraf-siapkan-ruang-diskusi-dengan-pelaku-parekraf-labuan-bajo-terkait-kenaikan-tarif-tn-komodo/">Menparekraf Siapkan Ruang Diskusi dengan Pelaku Parekraf Labuan Bajo Terkait Kenaikan Tarif TN Komodo</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bisakah Pariwisata Indonesia Melambung di 2022</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2022/07/18/bisakah-pariwisata-indonesia-melambung-di-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2022 05:22:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=2002</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri pariwisata adalah salah satu industri yang paling terpukul dalam badai COVID-19 karena pembatasan membuat sulit (kadang-kadang bahkan tidak mungkin) untuk bepergian sementara berbagai tujuan wisata harus ditutup sementara. Selain itu, kami berasumsi bahwa dampak psikologis dari krisis terhadap masyarakat lebih besar dari yang diperkirakan. Data dari Bali, destinasi wisata terpopuler di Indonesia, justru mengkhawatirkan.&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2022/07/18/bisakah-pariwisata-indonesia-melambung-di-2022/">Bisakah Pariwisata Indonesia Melambung di 2022</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/indonesia-tourism.jpg" alt="" width="800" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2003" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/indonesia-tourism.jpg 800w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/indonesia-tourism-300x169.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/indonesia-tourism-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
Industri pariwisata adalah salah satu industri yang paling terpukul dalam badai COVID-19 karena pembatasan membuat sulit (kadang-kadang bahkan tidak mungkin) untuk bepergian sementara berbagai tujuan wisata harus ditutup sementara. Selain itu, kami berasumsi bahwa dampak psikologis dari krisis terhadap masyarakat lebih besar dari yang diperkirakan.</p>
<p>Data dari Bali, destinasi wisata terpopuler di Indonesia, justru mengkhawatirkan. Pada bulan Oktober 2021 Bali membuka kembali perbatasannya untuk wisatawan internasional (walaupun di bawah peraturan yang sangat ketat, termasuk larangan kedatangan wisatawan dari berbagai negara) tetapi, bermasalah, orang asing belum kembali ke Bali.</p>
<p>Sebelum pandemi COVID-19, lebih dari enam juta pengunjung asing berkunjung ke Bali setiap tahun pada 2019, total 6,2 juta orang asing masuk ke Bali melalui Bandara Internasional Ngurah Rai. Jumlah ini tidak termasuk pengunjung asing yang datang melalui laut sebagai serta mereka yang masuk ke Indonesia di lokasi yang berbeda dan kemudian pergi ke Bali melalui penerbangan domestik. Sejauh ini pada tahun 2021, hanya 43 kedatangan pengunjung asing yang dihitung di Bandara Ngurah Rai Bali (dan delapan lagi melalui pelabuhan Tanjung Benoa Bali). Hal ini berdampak besar pada tingkat hunian hotel di Bali. Total kamar hotel di pulau ini berjumlah sekitar 150.000 unit. Namun, kurang dari enam persen dari total yang ditempati. Itu sangat merugikan operator.</p>
<p>Khusus untuk pulau seperti Bali, yang sekitar 65 persennya bergantung pada pariwisata (langsung dan tidak langsung), keruntuhan total industri pariwisata merupakan masalah besar dan belum pernah terjadi sebelumnya. Namun Indonesia secara keseluruhan juga pasti merasakan dampak turunnya kunjungan wisatawan asing karena membawa mata uang asing ke dalam negeri. Secara penuh tahun 2020 perolehan devisa sektor pariwisata hanya mencapai USD $3,54 miliar, turun tajam dari USD $16,9 miliar pada tahun sebelumnya.</p>
<p>Terlebih lagi, tahun 2021 pasti akan menjadi tahun yang lebih buruk lagi. Beberapa bulan yang lalu ketika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merevisi target penerimaan devisa untuk tahun 2021 penuh, target tersebut dipotong dari sekitar USD 6,0 miliar menjadi sekitar USD $ 360 juta. Sementara itu, target tahun 2022 dipangkas dari sekitar US$ 11,0 miliar menjadi sekitar US$ 1 miliar. Revisi target ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia sangat pesimistis dalam menarik kedatangan wisatawan asing pada 2022, meskipun negara ini hampir bebas COVID-19 selama beberapa bulan terakhir. (FIR)</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2022/07/18/bisakah-pariwisata-indonesia-melambung-di-2022/">Bisakah Pariwisata Indonesia Melambung di 2022</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Staf Kepresidenan RI Berkunjung di Kediri Puji Keasrian Goa Jegles</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2022/07/11/staf-kepresidenan-ri-berkunjung-di-kediri-puji-keasrian-goa-jegles/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2022 17:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gaungmedia.com/?p=1587</guid>

					<description><![CDATA[<p>Staf Pegawai Istana Kepresidenan bagian pembuatan naskah pidato Presiden Republik Indonesia, Teguh Mahasari mengunjungi Goa Jegles di Desa Keling Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Senin (28/6/2022) sore. Kedatangan itu dilakukan pihak istana dalam rangka wisata sejarah di Kediri. Goa Jegles ini sendiri memiliki sumber mata air jernih di dalamnya yang pada zaman dahulu diperkirakan juga digunakan&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2022/07/11/staf-kepresidenan-ri-berkunjung-di-kediri-puji-keasrian-goa-jegles/">Staf Kepresidenan RI Berkunjung di Kediri Puji Keasrian Goa Jegles</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/nas2.jpg" alt="" width="775" height="500" class="alignnone size-full wp-image-1588" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/nas2.jpg 775w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/nas2-300x194.jpg 300w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2022/07/nas2-768x495.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 775px) 100vw, 775px" /><br />
Staf Pegawai Istana Kepresidenan bagian pembuatan naskah pidato Presiden Republik Indonesia, Teguh Mahasari mengunjungi Goa Jegles di Desa Keling Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Senin (28/6/2022) sore. Kedatangan itu dilakukan pihak istana dalam rangka wisata sejarah di Kediri.</p>
<p>Goa Jegles ini sendiri memiliki sumber mata air jernih di dalamnya yang pada zaman dahulu diperkirakan juga digunakan sebagai tempat pertapaan. Di sisi goa ini terdapat arung untuk area pengairan pada zaman Majapahit.</p>
<p>Tepat di sampingnya terdapat aliran sungai bernama Sungai Krembangan yaitu percabangan dari sungai Serinjing, sungai besar di Kabupaten Kediri.</p>
<p>“Sekarang tempat ini bagus dan masih asri, saya membayangkan kalau pagi pasti indah sekali karena ada matahari yang tampak dari celah goa ini, tapi sekali lagi isi dari semuanya adalah kesadaran untuk menjaga alam ini,” jelas Teguh Mahasari.</p>
<p>Teguh Mahasari mengungkapkan jika wisata desa ini bisa dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi setempat. Dimana dengan adanya wisatawan, warga lokal bisa memperkenalkan produk unggulan selain edukasi sejarah.</p>
<p>“Kalau untuk warga sini bisa jadi satu sumber untuk mendapatkan income baru, tapi kalau tidak dijaga terutama kebersihannya akan rusak. Saya yakin tempat asri ini akan terus berkembang lebih bagus dan ramah lingkungan,” paparnya.</p>
<p>Atas kunjungan itu, Teguh Mahasari berharap jika kawasan seperti ini tidak dibangun oleh bangunan yang permanen. Selain untuk merawat alam aslinya, juga menjaga nilai sejarah.</p>
<p>“Bisa dibangun fasilitas pendukung tapi tidak yang bangunan permanen karena itu tempat yang punya muatan sejarah sangat penting harus dijaga,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Keling, Rofi’i Lukman menuturkan jika wisata Goa Jegles ini secara resmi dibuka pada Maret 2021 lalu. Saat ini telah dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.</p>
<p>“Untuk sekarang kami masih dalam tahap pengembangan dan terus berbenah. Goa ini belum sepenuhnya selesai direnovasi. Karena masih tahap penataan,” ungkapnya.(Gar).</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2022/07/11/staf-kepresidenan-ri-berkunjung-di-kediri-puji-keasrian-goa-jegles/">Staf Kepresidenan RI Berkunjung di Kediri Puji Keasrian Goa Jegles</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rute Pendakian Gunung Binaya</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2022/01/05/rute-pendakian-gunung-binaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2022 09:11:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.happythemes.com/demo/goodsite/?p=602</guid>

					<description><![CDATA[<p>Para petualang alam bebas jika ingin mendaki gunung yang terletak di pulau Seram Maluku ini, inilah informasi jalur pendakiannya. Gunung Binaya adalah merupakan gunung yang tertinggi di Kepulauan Maluku, kepulauan ini dikelompokan sebagai satu kepulauan utama, puncak Binaiya memiliki ketinggian 3.027 m dari permukaan laut dan terletak di propinsi Maluku, tepatnya di pulau Seram Kabupaten&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2022/01/05/rute-pendakian-gunung-binaya/">Rute Pendakian Gunung Binaya</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1769" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/01/Rute-Pendakian-Gunung-Binay.jpg" alt="" width="636" height="392" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/01/Rute-Pendakian-Gunung-Binay.jpg 636w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/01/Rute-Pendakian-Gunung-Binay-300x185.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 636px) 100vw, 636px" /><br />
Para petualang alam bebas jika ingin mendaki gunung yang terletak di pulau Seram Maluku ini, inilah informasi jalur pendakiannya.</p>
<p>Gunung Binaya adalah merupakan gunung yang tertinggi di Kepulauan Maluku, kepulauan ini dikelompokan sebagai satu kepulauan utama, puncak Binaiya memiliki ketinggian 3.027 m dari permukaan laut dan terletak di propinsi Maluku, tepatnya di pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah pada posisi geografis 3° 10′ LS dan 129° 28′ BT. Gunung ini juga bukan gunung berapi. Akses rute normal pendakian kepuncaknya bisa dimulai dari sisi utara yaitu desa Kanike dan dari sisi selatan yaitu desa Piliana. Disini hanya dibahas rute pendakian dari Piliana karena rute ini lebih singkat dan lebih cepat untuk mencapai puncak Gunung Binaya.</p>
<p><strong>Fakta tentang gunung Binaya:</strong></p>
<ul>
<li>Gunung Non-vulcanologi dan merupakan Pegunungan Kars</li>
<li>Merupakan puncak gunung tertinggi di kepulauan Maluku</li>
<li>Medan yang bervairiasi, selama pendakian akan menemukan hutan ekosistim pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan hujan pegunungan dan hutan sub alpin.</li>
<li>Pendakian dimulai dari 0 mdpl hingga ke tinggian 3.027 mdpl. Untuk jalur dari sisi selatan (Piliana) dan untuk rute utara (Kanike) pendakian dimulai dari ketinggian 186 mdpl.</li>
<li>Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki Binaya dari rute utara adalah 11 hari perjalanan normal sedangkan rute selatan 8 hari perjalanan normal.</li>
</ul>
<p><strong>Jalur Pendakian</strong><br />
Untuk jalur resmi pendakian menuju puncak puncak gunung Binaya saat ini terdapat dua jalur pendakian, yang pertama adalah dari desa Kanike yang berada di sisi utara dari bentangan gunung ini yang memanjang dari timur ke barat. Jalur Kanikeh adalah jalur normal yang pertama ada, pada tahun 2011 sebuah komunitas pendaki gunung Highcamp the adventure bersama Taman Nasional Manusela membuka jalur baru yang berawal dari desa Piliana dan sudah ditetapkan oleh taman nasional sebagai jalur resmi kedua. Rute sisi selatan ini keadaan konturnya cukup beragam, etape pertama pendaki akan dihadapakan dengan hutan lebat sungai-sungai dan tanjakan yang lumayan terjal. Berikut tahapan-tahapan jalur pendakiannya:</p>
<p><strong>Etape Yaputi – Piliana</strong><br />
Perjalanan pendakian di mulai dari Yaputi menuju desa Piliana, Yaputi sebuah desa yang berada di bibir pantai atau bisa dikatakan juga dengan 0 meter dari permukaan laut. Waktu tempuh dari Yaputi menuju Piliana sekitar 4 jam. Medan pendakian yang cukup menanjak dan beberapa kali menyeberangi sungai. Sungai yang cukup besar di seberangi adalah sungai Yahe. Sungai ini jika musim kemarau hanya mempunyai lebar 5 meter kurang lebih dengan kedalaman sebetis orang dewasa. Akan tetapi jika musim penghujan sering terjadi bandang hingga kedalaman 10 sampe 15 meter dan menjadi sangat lebar. Menurut penduduk setempat jika musim penghujan mereka susah untuk menyeberang.</p>
<p><strong>Etape Desa Piliana – Sungai Yahe atas</strong><br />
Desa Piliana adalah sebuah desa kecil namun penduduknya sangat akrap dan kristen yang taat. Ini terbukti dari gereja kecil mereka yang selalu penuh oleh jemaah setiap misa-misanya. Didesa ini bisa menginap di rumah kepala desa yang disebut dengan Bapak Raja oleh warganya. Pendakian sebaiknya dimulai sepagi mungkin dari Piliana, setelah keluar dari desa Piliana jalur setapak akan membawa kita bergerak kearah kiri dari pegunungan Manusela memasuki hutan yang penuh dengan pohon-pohon sagu, medan turun naik bukit kemudian jalan setapak menyelusuri sungai Titimula dan setelah beberapa kali menuruni lembah yang cukup curam kita akan sampai di sungai cukup lebar berair jernih, sungai ini adalah sungai Yahe bagian atas. Cukup mudah menyeberanginya namun jika bandang akan akan lain kondisinya. Waktu tempuh dari Piliana hingga sampai ke Sungai Yahe kurang lebih 3 jam.</p>
<p><strong>Etape Sungai Yahe atas – Lukuamano</strong><br />
Dari sungai Yahe ini medan pendakian akan sangat terjal terus memasuki hutan yang lembab dipenuhi dengan rotan berduri dan pohon-pohon besar. Setelah tanjakan terjal usai jalur akan turun kelembah dan kemudian menyeberangi sungai yang berarus cukup deras bernama sungai Yamhitala. Sebaiknya isi persediaan air disini karena hingga point stop berikutnya tidak ada lagi sumber air. Kemudian jalur setapak kembali mendaki curam serta lembab dan terjal kiri kanan jurang curam jika tidak hati-hati bisa terpeleset jatuh. Keadaan menanjak terus hingga pos perhentian sementara bernama Lukuamano. Pos Lukuamano hanya tanah datar seukuran 1 x 1,5 meter dipinggir jalur setapak. Jarak tempuh dari sungai Yahe hingga Lukuamano kurang lebih 4 jam.</p>
<p><strong>Etape Lukuamano – Selter Aye Moto</strong><br />
Dari Lukuamano jalur pendakian terus menanjak terkadang curam terkadang landai dan berbatu-batu kars juga bertanah lembab. Setelah mendaki kemudian jalan setapak akan menurun terjal dan terdapat sebuah liang atau gua kecil disisi kiri jalan dan setelah mendaki tanjakan kecil kita akan menemukan turunan berbatu kars cukup curam dan didasar turunan ini mengalir sungai kecil yang bernama Aimoto dan setelah melangkahi sungai kecil ini kita akan sampai di Selter Aye Moto, disini sudah dibangun sebuah selter sehingga pendaki tidak perlu lagi mendirikan tenda. Kapasitas bangunan selter ini bisa menampung kurang lebih 15 orang. Waktu tempuh dari Lukuamano hingga ke Selter Aye Moto ini sekitar 2,5 jam.</p>
<p><strong>Etape Selter Aye Moto – Aiulanusalai</strong><br />
Sebaiknya memulai pendakian dari Camp Ai Moto sepagi mungkin dan mengisi persediaan air yang cukup untuk menginap di camp berikutnya, karena camp berikutnya tidak ada sumber air sama sekali. Jadi stok air untuk dua hari satu malam sangat diperlukan. Keadaan jalur pendakian dari camp Air Moto kembali menanjak terjal dan berbatu kars, keadaan seperti ini terus berlanjut hingga sampai ke sebuah dataran yang cukup lebar bernama Aiulanusalai. Dataran berumput ini merupakan sebuah punggungan, waktu tempuh dari camp Ai Moto hingga ketempat ini kurang lebih satu jam.</p>
<p><strong>Etape Aiulanusalai – Teleuna</strong><br />
Dari Aiulanusalai hingga Teleuna tanjakan masih terjal dengan kondisi yang sama jalur setapaknya masih berada didalam hutan yang cukup lembab, jarak tempuh dari Aiulanusalai hingga Teleuna kurang lebih satu jam.</p>
<p><strong>Etape Teleuna – Highcamp</strong><br />
Dari Teleuna hingga ke Highcamp tanjakan masih terjal dan berhutan lebat, jarak tempuh dari Teleuna hingga Highcamp kurang lebih satu jam perjalanan. Pos Highcamp adalah sebuah dataran kecil dipenuhi oleh pohon dan akar yang melintang. Pos ini merupakan awal dari punggungan menuju puncak Manukupa. Dari highcamp hingga ke puncak Manukupa jalur pendakian terus berada diatas punggungan melewati jalur setapak yang dipenuhi oleh lumut tebal layaknya karpet serta tanjakannya pun sudah landai. Pos highcamp ini tadinya tidak bernama dan kami memberinya nama dengan nama komunitas kami.</p>
<p><strong>Etape Highcamp – Puncak Manukupa</strong><br />
Jalur pendakian dari highcamp menuju puncak Manukupa lebih landai dan dipenuhi oleh lumut tebal serta vegetasi kantong semar. Namun harus hati-hati melewatinya karena kadang kaki bisa terperangkap dalam lubang yang tersembunyi di bawah lumut tebal dan bisa membuat cedera parah jika terperosok dalam. Mendekati daerah puncak Manukupa jalur setapak berganti dengan batu-batu kars yang cukup tanjam. Dari puncak Manukupa akan segera terlihat puncak Gunung Bintang yang menjulang untuk dilewati. Seperti yang diuraikan sebelumnya, selepas camp Ai Moto sumber air tidak akan ditemukan hingga melewati puncak Gunung Bintang jadi hendaknya para pendaki membawa stock air yang cukup untuk bermalam di camp Isilali dan cukup air hingga sampai ke camp Nasapeha dibalik gunung Bintang. Jarak tempuk dari highcamp hingga puncak Manukupa adalah kurang lebih empat jam.</p>
<p><strong>Etape Puncak Manukupa – Camp Isilali</strong><br />
Dari puncak Manukupa jalur berbatu-batu kars mulai menurun kearah lembah Isilali. Jalur setapak berbatu dan cukup curam ini menurun terjal di punggungan Manukupa ke arah lembah Isilali. Memasuki lemah Isilali, perpohonan berlumut dan hutan yang teduh namun dingin menyambut kita, ditengah lembah ini terdapat camp para pencari anggrek, tidak ada sumber air disini. Jadi para pendaki harus membawa persediaan air yang banyak untuk dipakai disepanjang jalur dari Highcamp hingga camp Isilali dan terus hingga camp selanjutnya selepas puncak Gunung Bintang. Waktu tempuh dari Puncak Manukupa hingga ke Selter Isilali lebih kurang 1.5 jam</p>
<p><strong>Etape Camp Isilali – Puncak Gunung Bintang</strong><br />
Ini adalah etape yang cukup melelahkan, karena kita akan naik turun punggungan yang berbatu-batu kars yang lumayan tajam dan berbahaya jika tidak hati-hati bisa membuat cedera kaki. Usahakan berangkat sepagi mungkin dari camp Isilali, setelah melewati tanjakan curam saat keluar dari lembah Isilali, maka jalur pendakian akan terus berada di atas punggungan terbuka dan naik turun punggungan, sesekali jalur turun kedalam rimbunan cantigi yang rimbun. Air minum mutlak di setok untuk melewati etape ini, karena tidak ada sumber air sama sekali. Waktu tempuh dari camp Isilali hingga ke puncak gunung Bintang adalah kurang lebih 3.5 jam.</p>
<p><strong>Etape Puncak gunung Bintang – Nasapeha</strong><br />
Puncak Gunung Bintang cukup luas untuk melepas lelah, namun selepas puncak gunung Bintang kita akan dihadapkan pada turunan terjal batu-batu kars dan jurang di kiri kanan. Setelah scrambling melipiri punggungan gunung Bintang yang turun tajam kita akan kembali masuk kedalam rimbunan cantigi dan vegetasi puncak dan terus mendaki kemudian berbelok kekiri dan turun. Jalur pendakian berubah menjadi lembab dan becek dan akhirnya sampai di lokasi Nasapeha. Nasapeha ini berada dilembah yang memiliki sumber air genangan. Airnya berwarna coklat kehitaman mungkin karena pengaruh tanah disekitar lokasi ini yang becek berwarna hitam. Air genangan ini tampak berasal dari rembesan air dari pohon-pohon sekitar lembah ini. Tampak juga beberapa jejak rusa disekitar genangan air, sebaiknya saringlah dulu air ini sebelum menggunakannya untuk masak atau minum. Jarak tempuh dari puncak Gunung Bintang hingga Nasapeha adalah kurang lebih 2.5 jam.</p>
<p><strong>Etape Nasapeha – Camp WayFuku</strong><br />
Jalur pendakian menanjak cukup curam, begitu keluar dari areal lembah Nasapeha trek batu-batu kars akan segera menyambut. Setelah sampai di daerah punggungan jalur trek kembali naik turun di medan punggungan berbatu kars dan saat mendekati daerah puncak Binaya kita akan bertemu dengan sebuah padang berumput dan bertanaman perdu didaerah ini sering dijumpai banyak rusa yang tengah merumput. Kemudian kita memasuki daerah Pakis Binaya, tanaman endemik Binaya ini hanya ditemukan di daerah pegunungan ini saja. Berbeda dengan pakis tiang yang ada di pegunungan lainnya, jenis pakis Binaya ini berbatang keras mirip kayu. Selepas medan pakis ini kita akan sampai di puncak kedua tertinggi di pegunungan Binaya. Jarak tempuh hingga sampai di puncak kedua tertinggi ini adalah kurang lebih 1.5 jam kemudian kita akan menuruni sebuah sadel dan didasar sadel terdapat tiga buah telaga. Tempat ini yang dinamakan Camp Wayfuku, Lokasi Camp ini terbuka dan bisa melepaskan pandangan kesegala arah, ada sumber air disini berupa genangan air hujan.</p>
<p><strong>Etape Camp Wayfuku – Puncak Binaya</strong><br />
Dari Camp Wayfuku kondisi jalan setapak menanjak kepuncak utama gunung Binaiya, dipuncak utama Binaiya terdapat juga sebuah air genangan dan jalan turun menuju arah Kanikeh. Dari puncak Binaiya kita bisa memandang lepas kearah desa Kanikeh. Butuh waktu kurang lebih 3 jam dari Camp Wafuku ke puncak Binaya.</p>
<p>Data diatas berdasarkan pembuatan jalur Piliana pertama kali, kedepannya pasti akan ada perubahan-perubahan pada jalur Piliana tersebut.<br />
<img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1770" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/01/3D-Gunung-Binaya.jpg" alt="" width="626" height="410" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/01/3D-Gunung-Binaya.jpg 626w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/01/3D-Gunung-Binaya-300x196.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px" /></p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2022/01/05/rute-pendakian-gunung-binaya/">Rute Pendakian Gunung Binaya</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Desa Sumberbulu</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2017/06/26/wisata-desa-sumberbulu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2017 08:25:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.happythemes.com/demo/advancedmagazine/?p=335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Desa Wisata Sumberbulu berhasil keluar sebagai juara pertama sebagai desa wisata terbaik kategori suvenir di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2021. Desa wisata ini berada di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dikutip dari Jejaring Desa Wisata Kemenparekraf, Kamis, 20 Januari 2022, Desa Wisata Sumberbulu memiliki beragam suguhan wisata, mulai dari&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2017/06/26/wisata-desa-sumberbulu/">Wisata Desa Sumberbulu</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Wisata-Desa-Sumberbulu.jpg" alt="" width="631" height="385" class="alignnone size-full wp-image-1749" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Wisata-Desa-Sumberbulu.jpg 631w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Wisata-Desa-Sumberbulu-300x183.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 631px) 100vw, 631px" /><br />
Desa Wisata Sumberbulu berhasil keluar sebagai juara pertama sebagai desa wisata terbaik kategori suvenir di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2021. Desa wisata ini berada di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.</p>
<p>Dikutip dari Jejaring Desa Wisata Kemenparekraf, Kamis, 20 Januari 2022, Desa Wisata Sumberbulu memiliki beragam suguhan wisata, mulai dari alam, budaya, eduwisata, agrowisata, hingga wisata pedesaan. Ragam atraksi ini dikemas dalam paket yang mengusung wisata ramah dan berpedoman pada Community Base Tourism.</p>
<p>Salah satu paket yang menarik adalah membuat jamu tradisional dengan harga mulai Rp35 ribu. Wisatawan dapat ikut dalam penyampaian edukasi membuat jamu tradisional yang dijelaskan mulai dari proses produksi, bahan yang digunakan, dan cara mengemas.</p>
<p>Berlanjut ke atraksi yang dekat dengan alam, yakni berkemah dengan harga mulai Rp40 ribu. Wisatawan bisa memilih paket Amazing Camp yang lokasinya jauh dari pemukiman warga.</p>
<p>Bakal ada materi tentang mendirikan tenda yang benar, cara bertahan hidup di alam, dan mengedukasi sikap sopan santun bila sedang berada di alam terbuka. Kegiatan ini juga mengasah rasa cinta lingkungan dan menghargai alam. Bagi wisatawan yang ingin menginap, ada homestay dengan harga menginap mulai Rp120 ribu. </p>
<p>Ada pula atraksi Live In dengan tarif mulai Rp120 ribu. Kegiatan belajar di luar kelas ini bertujuan agar peserta melihat kegiatan warga di pedesaan. Kegiatan ini diharapkan peserta dapat mempunyai nilai bisa menghargai orang lain, belajar mandiri, disiplin waktu, dan lebih mengenal kegiatan warga di desa wisata ini.</p>
<p>Suka kegiatan luar ruangan lain? Di desa wisata ini wisatawan dapat mencoba outbound and training dengan harga mulai Rp85 ribu. Aktivitas tersebut dihadirkan dengan metode outbound yang melatih pengembangan SDM dan mengedepankan unsur pengembangan diri dengan metode belajar berbasis pengalaman dan ada yang mengedepankan unsur wisata.</p>
<p>Foto: IG/sumberbulu_village</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2017/06/26/wisata-desa-sumberbulu/">Wisata Desa Sumberbulu</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Dago Destinasi Wisata Alam Bogor</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2017/06/07/gunung-dago-destinasi-wisata-alam-bogor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2017 09:29:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.happythemes.com/demo/newsnow/?p=92</guid>

					<description><![CDATA[<p>Destinasi wisata ini bisa dibilang masih cukup baru dekat Parung Panjang kabupaten Bogor, karena baru diresmikan sekitar tahun 2019. Lokasi bisa dicapai dengan kendaraan roda dua dan roda empat bahkan sepeda. Di sini, pengunjung akan menyaksikan keindahan panorama bentang alam perbukitan Bogor. Jika cuaca cerah, kita bisa melihat deretan gedung-gedung tinggi di Jakarta dari menara&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2017/06/07/gunung-dago-destinasi-wisata-alam-bogor/">Gunung Dago Destinasi Wisata Alam Bogor</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Gunung-Dago-Destinasi-Wisat.jpg" alt="" width="633" height="391" class="alignnone size-full wp-image-1752" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Gunung-Dago-Destinasi-Wisat.jpg 633w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Gunung-Dago-Destinasi-Wisat-300x185.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 633px) 100vw, 633px" /><br />
Destinasi wisata ini bisa dibilang masih cukup baru dekat Parung Panjang kabupaten Bogor, karena baru diresmikan sekitar tahun 2019. Lokasi bisa dicapai dengan kendaraan roda dua dan roda empat bahkan sepeda. </p>
<p>Di sini, pengunjung akan menyaksikan keindahan panorama bentang alam perbukitan Bogor. Jika cuaca cerah, kita bisa melihat deretan gedung-gedung tinggi di Jakarta dari menara pandangnya.</p>
<p>Objek wisata ini buka setiap hari dari pagi hingga sore. Namun, jam buka di hari biasa dan hari libur berbeda. Tentunya waktu buka di hari libur lebih panjang dari hari biasa.</p>
<p>Tak seperti gunung pada umumnya, di sini bukan hanya ada hutan dan pegunungan yang dapat didaki. Melainkan sudah memiliki wahana wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Ada spot-spot foto menarik untuk berfoto dengan latar belakang pegunungan. Ditambah dengan keberadaan kampung adat yang begitu unik di atas ketinggian.</p>
<p>Wisata alam Gunung Dago telah menyiapkan instalasi foto yang begitu menarik. Supaya wisatawan dapat berfoto dengan latar belakang pemandangan indah. Salah satunya adalah spot foto lingkarang dari kayu dan bambu. Wisatawan dapat masuk ke dalam area lingkaran sambil duduk dengan santai.</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2017/06/07/gunung-dago-destinasi-wisata-alam-bogor/">Gunung Dago Destinasi Wisata Alam Bogor</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Desa Wisata?</title>
		<link>https://gaungmedia.com/2017/06/01/apa-itu-desa-wisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jun 2017 09:22:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.happythemes.com/demo/newsnow/?p=61</guid>

					<description><![CDATA[<p>Desa wisata ini merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf di tengah pandemi. Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menparekraf Sandiaga menjelaskan Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024 sesuai&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2017/06/01/apa-itu-desa-wisata/">Apa Itu Desa Wisata?</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1755" src="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Apa-Itu-Desa-Wisata.jpg" alt="" width="637" height="386" srcset="https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Apa-Itu-Desa-Wisata.jpg 637w, https://gaungmedia.com/wp-content/uploads/2017/06/Apa-Itu-Desa-Wisata-300x182.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 637px) 100vw, 637px" /><br />
Desa wisata ini merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf di tengah pandemi.</p>
<p>Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menparekraf Sandiaga menjelaskan Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024 sesuai RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).</p>
<p><strong>Apa itu Desa Wisata?</strong><br />
Desa wisata adalah suatu daerah tujuan wisata, di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas penunjang dan kemudahan akses. Semuanya disajikan menyatu dengan tata cara dan tradisi warga desa.</p>
<p><strong>Manfaat dan Tantangan Desa Wisata</strong></p>
<ul>
<li>Tantangan pengembangan desa wisata secara umum menyangkut aspek kesiapan sumber daya dan kesiapan kelembagaan pengelola, pemenuhan fasilitas pendukung hingga perluasan kemitraan.</li>
<li>Penurunan kemiskinan dan meningkatnya pendapatan warga</li>
<li>Membuka wawasan masyarakat desa, dan melahirkan kreatifitas masyarakat</li>
<li>Mendorong pelestarian budaya, adat dan tradisi</li>
<li>Mendorong usaha kelestarian alam berkelanjutan</li>
<li>Mendorong lahirnya industri kreatif masyarakat desa</li>
<li>Desa menjadi lebih bersih, rapi dan aman</li>
<li>Tahap Pengembangan Desa Wisata</li>
<li>Pengembangan desa wisata menajdi satu kebutuhan yang makin beragam bagi wisatawan yang akan datang. Mereka bisa melihat sesuatu yang mungkin tidak pernah mereka lihat di daerah asalnya.</li>
</ul>
<p><strong>Tahap 1 : Desa Wisata Embrio</strong></p>
<ul>
<li>Ada potensi siwata yang bisa dikembangkan</li>
<li>Ada gerakan masyarakat dan dorongan pemerintah desa untuk mengembangkan potensi tersebut</li>
</ul>
<p><strong>Tahap 2 : Desa Wisata Berkembang</strong></p>
<ul>
<li>Potensi wisata desa sudah terkelola</li>
<li>Ada swadaya masyarakat dan pemerintah desa untuk pengelolaannya</li>
<li>Promosi cukup baik dan ada wisatawan yang sudah datang</li>
</ul>
<p><strong>Tahap 3 : Desa Wisata Maju</strong></p>
<ul>
<li>Kunjungan wisatawan rutin terjadi</li>
<li>Dikelola lebih profesional melalui BUMDES/Koperasi atau sejenisnya</li>
<li>Promosi dan pemasaran sudah berjalan baik</li>
</ul>
<p><strong>Langkah Nyata dan Berkelanjutan Pengembangan Desa Wisata:</strong></p>
<ul>
<li>Pemetaan potensi desa</li>
<li>Pengembangan produk wisata</li>
<li>Penataan destinasi potensial</li>
<li>Pembentukan kelembagaan</li>
<li>Peningkatan sumber daya manusia (SDM)</li>
<li>Melakukan pemasaran aktif</li>
<li>Membangun kemitraan yang strategis</li>
<li>Evaluasi yang terukur dan berkala</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://gaungmedia.com/2017/06/01/apa-itu-desa-wisata/">Apa Itu Desa Wisata?</a> appeared first on <a href="https://gaungmedia.com">Gaung Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
