Gaung Media Nasional Apa itu Anxiety Disorder?

Apa itu Anxiety Disorder?

Advertise With Us


GaungMedia.com – Apa itu Kecemasan dan Perbedaannya dengan Takut. Kecemasan adalah perasaan yang muncul sebelum menghadapi ancaman.

Kecemasan merupakan perasaan yang biasa dialami oleh setiap individu dalam berbagai situasi, seperti menjelang ujian atau wawancara kerja. Perasaan ini normal, kecuali jika kecemasan tersebut terus berlanjut tanpa alasan yang jelas.

Ketika kecemasan itu berlangsung lama dan menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan, maka bisa jadi itu merupakan sesuatu yang lebih serius, seperti gangguan kecemasan.

Proses Psikologis di Balik Kecemasan
Amygdala mengamati ancaman yang akan datang, sementara korteks prefrontal memastikan apakah ancaman itu nyata.

Di dalam otak, dua bagian penting yang berperan dalam memicu perasaan kecemasan adalah amygdala dan korteks prefrontal. Amygdala bekerja dengan mendeteksi ancaman yang akan datang, sedangkan korteks prefrontal membantu mengonfirmasi apakah ancaman tersebut nyata atau hanya sebuah pikiran.

Pada beberapa orang, fungsi kedua bagian ini mungkin tidak berjalan dengan baik, menyebabkan mereka merasakan ancaman di mana tidak ada.

Generalized Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan Umum (GAD) dan Gejalanya
Kecemasan pada GAD terasa sangat berlebihan dan sulit untuk dikendalikan.

Gangguan Kecemasan Umum atau GAD ditandai oleh kecemasan yang terus menerus selama setidaknya enam bulan. Kecemasan yang dialami tidak hanya berlebihan, tetapi juga disertai oleh gejala fisik seperti kesulitan tidur, nyeri otot, dan nyeri perut.

Individu dengan GAD sering kali merasa kecemasan mereka berlebihan, sedangkan ancaman yang dihadapi mungkin tidak ada atau tidak sebanding dengan tingkat kecemasan yang dirasakan.

Dampak Media Sosial terhadap Kecemasan
Media sosial dapat memperburuk kecemasan dengan meningkatkan perasaan kesepian dan isolasi.

Kehadiran media sosial saat ini telah meningkatkan jumlah kasus GAD. Media sosial memberi tekanan tambahan bagi banyak orang, membuat mereka merasa sendirian, terisolasi, atau bahkan merasa malu.

Perasaan ini bisa memicu rasa cemas yang berlebihan, terutama bagi mereka yang memiliki GAD, di mana interaksi sosial yang seharusnya positif justru menjadi pemicu kecemasan.

Berikut tipe Anxiety Disorders:

Generalized Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan Umum (GAD)
Gangguan kecemasan umum adalah jenis gangguan kecemasan yang paling umum didiagnosis.

Gangguan Kecemasan Umum, atau GAD, adalah kondisi di mana individu mengalami kekhawatiran yang intens dan berkelanjutan.

Penderita GAD merasa cemas tentang berbagai hal, mulai dari sekolah dan pekerjaan hingga kehidupan keluarga.

Gejala GAD sering kali meliputi ketidakmampuan untuk menjelaskan rasa cemas, yang berbeda dengan gangguan kecemasan spesifik yang sering berkaitan dengan ketakutan tertentu.

Penderita GAD mungkin merasakan beberapa gejala seperti gelisah, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, mudah tersinggung, ketegangan otot, dan kesulitan tidur.

Terapi yang dapat membantu penderita meliputi meditasi mindfulness, olahraga, terapi perilaku kognitif, dan penggunaan obat-obatan.

Separation Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan Pemisahan
Gangguan kecemasan pemisahan lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa.

Gangguan ini membuat individu merasa sangat stres hanya dengan memikirkan pemisahan dari sosok keterikatan mereka, yang biasanya merupakan orangtua atau pengasuh.

Penderita mungkin mengalami mimpi buruk mengenai situasi sendirian atau menolak untuk meninggalkan sosok keterikatan mereka.

Biasanya, anak-anak dengan gangguan ini mungkin menunjukkan perilaku melekat dan memilih untuk tidur bersama orang tua mereka.

Walaupun banyak anak-anak dapat mengatasi kondisi ini seiring bertambahnya usia, jika gejala bertahan lebih dari enam bulan, mereka perlu mendapatkan bantuan profesional.

Social Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan Sosial (SAD)
Gangguan kecemasan sosial mencakup ketakutan yang mendalam terhadap situasi publik dan interaksi dengan orang asing.

Penderita SAD cenderung menghindari situasi di mana mereka berada di bawah perhatian publik karena takut dihakimi atau merasa malu.

Gejala kecemasan yang serius seperti serangan panik atau nyeri perut dapat terjadi hanya dengan memikirkan situasi sosial yang akan datang.

Tanda-tanda stres pada individu dengan SAD bisa berupa sedikit atau tidak ada kontak mata, kebekuan, melarikan diri, atau menghindari aktivitas seperti makan di tempat umum.

Beberapa anak dengan gangguan ini mungkin juga mengalami mutisme selektif, di mana mereka tidak dapat berbicara dalam situasi sosial meskipun dapat berbicara dengan normal di tempat lain.

Panic Disorder atau Gangguan Panik
Gangguan panik ditandai dengan pengalaman serangan panik berulang kali.

Serangan panik adalah ledakan ketakutan yang intens yang disertai dengan gejala fisik seperti keringat dingin, kekakuan otot, dan perasaan pingsan.

Penderita mungkin merasakan setidaknya empat gejala dari daftar yang ada, yang juga dapat mencakup rasa mati rasa atau ketakutan akan kematian.

Ketakutan akan serangan panik lainnya sering kali memicu lebih banyak serangan panik.

Banyak individu dengan gangguan panik juga mengalami jenis gangguan kecemasan lainnya, dan pengobatan yang tepat, termasuk terapi dan obat-obatan, dapat membantu mengatasi gangguan ini. (fir)

Disarikan dari sumber:
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th Ed). American PsychiatricAssociation, 2013.
Kupfer, David J. Dialogues in Clinical Neuroscience, Les Laboratoires Servier, Sept.
2015, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4610609/.

“Selective Mutism: Signs and Symptoms.” American Speech-Language-Hearing
Association, ASHA, www.asha.org/PRPSpecificTopic.aspx?folderid=8589942812§ion=Signs_and_Symptoms.

Advertise With Us